Irigasi Tepat Guna Sumedang, BRMP Jabar Bangun Irigasi Pipa Tahan Banting demi Ketahanan Pangan
Sumedang - Pemerintah melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat bergerak cepat memastikan lahan pertanian warga mendapat pasokan air andal. Pada 17-19 Juni, tim turun memverifikasi usulan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Sumedang. Di dataran rendah Ujungjaya, perbaikan saluran untuk 17 kelompok tani dipacu lebih awal guna menyiasati perbaikan Bendung Cariang. Keuntungannya saat bendung utama beroperasi penuh pada 2027, irigasi warga sudah 100% siap. Petani bisa langsung tancap gas berproduksi tanpa hambatan.
BRMP Jabar juga memastikan pembangunan infrastruktur efisien dan tahan lama. Saat meninjau sawah terasering di Wado, Darmaraja, Jatinunggal, dan Sumedang Utara, tim menemukan tanah labil yang rawan longsor jika dibangun irigasi beton atau batu. Merespons hal itu, bantuan cerdas dialihkan ke sistem Irigasi Perpipaan (Irpip) dan pompanisasi yang lebih lentur, awet, dan memanfaatkan gravitasi. Selain itu, titik awal pembangunan digeser mendekati akses jalan. Langkah ini memangkas biaya angkut material yang mahal, sehingga dana bantuan utuh menjadi fasilitas berkualitas bagi warga.
Bagi publik, infrastruktur pertanian yang adaptif ini membawa dampak nyata, jaminan ketersediaan beras lokal di pasaran. Dengan sistem pengairan yang kokoh dan pasokan air terjamin, petani Sumedang terlindungi dari risiko gagal panen akibat kekeringan maupun longsor. Pada akhirnya, modernisasi yang tepat sasaran ini tidak hanya mendongkrak kesejahteraan petani, tetapi juga mengamankan stabilitas harga pangan masyarakat luas secara berkelanjutan.